Jan 092017
 
Facebooktwittergoogle_plusmail

berikut adalah tips untuk menghindari kosmetik yang berbahaya, dan memilih kosmetik yang aman. pada dasarnya, Untuk mengetahui apakah kosmetik yang digunakan mengandung bahan berbahaya atau tidak, bisa kita cermati keterangan kandungannya yang harus tertera pada kemasan produk.  Beberapa bahan ini membahayakan janin bahkan ibu hamil:

1. Daftar produk Kosmetik yang kurang aman & Berbahaya terutama saat hamil – Merkuri

Merkuri merupakan salah satu kandungan pada kosmetik yang harus dihindari bahkan saat tidak hamil sekalipun. Dampak merkuri adalah kerusakan saraf permanen dan gangguan perkembangan janin. Walaupun peredaran merkuri telah dilarang, waspada tetap perlu terutama terhadap kosmetik yang tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), tidak jelas produsennya, atau kosmetik merek palsu. Biasanya merkuri terdapat pada produk-produk kosmetik pemutih.

2. Daftar produk Kosmetik yang kurang aman & Berbahaya terutama saat hamil – Retinoid

Retinoid merupakan turunan dari vitamin A yang fungsinya untuk mempercepat pergantian (regenerasi) sel. Biasa terdapat pada krim untuk mengatasi jerawat. Penggunaan retinoid dapat menyebabkan efek teratogenik atau cacat pada janin.

3. Daftar produk Kosmetik yang kurang aman & Berbahaya terutama saat hamil – Salicylic Acid (BHA)

Salicylic Acid (BHA) biasanya terdapat dalam produk antijerawat, dapat berupa krim bahkan sabun. Walaupun pemakaian dalam konsentrasi kurang dari 2% dikategorikan aman, sebaiknya pilihlah obat jerawat yang benar-benar berkategori aman untuk ibu hamil alias tidak mengandung bahan ini.

kosmetik aman berbahaya ibu hamil24.  Daftar produk Kosmetik yang kurang aman & Berbahaya terutama saat hamil – Hydroquinone

Hydroquinone merupakan bahan pemutih pada kosmetik yang sebaiknya dihindari selama hamil. Ibu kadang tergoda menggunakan kosmetik pemutih untuk menghilangkan bercak-bercak cokelat (pigmentasi) pada kulit wajah akibat kehamilan. Namun,  mengingat penggelapan warna kulit pada ibu hamil bersifat sementara (akan spontan hilang setelah melahirkan), sebaiknya hindari kosemetik tersebut. Selain itu hydroquinone dalam konsentrasi maksimal justru bisa membuat kulit kemerahan dan menimbulkan bercak hitam sebagai efek sampingnya.

5. Daftar produk Kosmetik yang kurang aman & Berbahaya terutama saat hamil – Benzoil Peroxyde

Benzoil Peroxyde dapat diserap melalui kulit sekitar 5% pada pemberian topikal (oles). Biasa terdapat pada produk untuk jerawat. Meski belum ada penelitian tentang cacat janin akibat penggunaan benzoil peroxyde pada manusia, sehingga risikonya belum diketahui, akan lebih bijak jika ibu hamil tidak menggunakan kosmetik yang mengandung bahan ini.

6. Daftar produk Kosmetik yang kurang aman & Berbahaya terutama saat hamil – Soy

Soy biasa terdapat pada produk pelembap dan sabun. Soy atau kedelai merupakan fitoestrogen yang justru dapat memperberat efek bercak hitam pada ibu hamil.

7. Daftar produk Kosmetik yang kurang aman & Berbahaya terutama saat hamil – PABA

PABA merupakan singkatan dari Para Amino Benzoic Acid yang terdapat pada kosmetik tabir surya/sunblock. Asal tahu saja, bahan ini justru membuat kulit menyerap lebih banyak sinar ultraviolet sehingga menyebabkan pencokelatan. PABA sangat disukai oleh mereka yang ingin mendapatkan efek tanning/kecokelatan dengan mandi matahari.

8. Daftar produk Kosmetik yang kurang aman & Berbahaya terutama saat hamil – enzophenone-3

Benzophenone-3 (Oxybenzone) juga terdapat pada beberapa tabir surya dan memiliki aktivitas seperti yang dilakukan hormon estrogen, juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan hormon.

9. Daftar produk Kosmetik yang kurang aman & Berbahaya terutama saat hamil – Rhodamin

Rhodamin biasa terdapat pada make up dengan warna mencolok. Pewarna ini sebetulnya terlarang bagi kosmetik tetapi ada saja produsen yang nakal. Rhodamin hanya boleh dipakai sebagai pewarna tekstil.  Pemakaian rhodamin pada kosmetik dapat menyebabkan kanker kulit pada ibu dan kecacatan pada janin.

10. Daftar produk Kosmetik yang kurang aman & Berbahaya terutama saat hamil – Pewarna rambut

Menurut penjelasan  dr. Raden Furqon (ahli kesehatan alumnus UnPad), zat kimia yang terdapat pada cat rambut pada umumnya mengandung bahan penyebab kanker (carsinogenik) dan bahan berbahaya terhadap janin (terratogenik). Bahan-bahan ini juga terdapat pada cat kuku.

“Zat kimia tersebut di samping berbahaya bisa juga menimbulkan reaksi alergi bahkan bisa menimbulkan kematian,” ujar alumni kedokteran Universitas Padjadjaran ini.

Dia memaparkan, efek terratogenik itu terjadi pada fase organogenesis (0-16 minggu). Fase organogenesis merupakan masa pembentukan organ pada janin dalam kandungan.

ref1

ref2

demikian daftar produk kosmetik yang berbahaya digunakan saat hamil, sebaiknya dihindari agar kehamilan tetap aman terjaga ya

Facebooktwittergoogle_plusmail
Jan 092017
 
Facebooktwittergoogle_plusmail
Proses Pembuahan, merupakan awal Cara Terjadinya Kehamilan pada Manusia, Saat Hubungan Suami Istri terjadi, seorang suami rata-rata mengeluarkan air mani sebanyak 3 cc, dan setiap 1 cc air mani yang normal akan mengandung sekitar 100 juta hingga 120 juta buah sel sperma.
.
Setelah air mani ini terpancar (ejakulasi) ke dalam rahim istri, jutaan sel sperma ini akan berlarian
melintasi rongga rahim, saling berebut untuk mencapai sel telur matang yang ada pada saluran tuba di seberang rahim.
.
Setelah  sebagian sel sperma sudah bisa sampai ke tempat pembuahan. dari sekian juta sel sperma yang ada, ternyata hanya sebuah sel sperma yang lebih dahulu menyentuh sel telur saja yang dizinkan membuahi.
.
Segera setelah ada satu sel sperma yang berhasil membuahi sel telur yang hanya sebuah ini, maka terjadilah perubahan- perubahan pada permukaan sel telur hingga tak bisa lagi dimasuki oleh sel-sel sperma lainnya. Akhirnya jutaan sisa sperma lainnya yang kalah bersaing akan mati dengan sendirinya.
.
Proses pembuahan atau proses Fertilisasi/ konsepsi ini normalnya terjadi di dalam “tuba falopi” yaitu saluran kecil yang menghubungkan antara kandung telur dengan rongga rahim. Kandung telur dan
rahim itu terletak pada dua tempat yang terpisah, dan saluran  tuba ini menghubungkan antara keduanya. Ketika Masa Subur / ovulasi, sel telur matang yang keluar dari kandung telur memang mampu bergerak menuju ke dalam lubang saluran tuba ini, untuk selanjutnya menunggu kedatangan sel sperma di sana.
.
Umur sperma pun lebih panjang, sehingga setelah dipancarkan, ia mampu bertahan hidup antara 1 hari hingga 3 hari di dalam alat kandungan istri, tidak seperti sel telur matang yang hanya mampu hidup beberapa jam setelah ovulasi. Mengingat lamanya umur sperma ini, maka hubungan suami istri yang dilakukan pada 3 hari sebelum hari ovulasi pun masih berpeluang untuk menyebabkan kehamilan.
.
Hal ini bisa terjadi karena sel-sel sperma yang telah dipancarkan, yang masuk ke alat kandungan istri setelah hubungan badan, bisa bertahan dan menunggu kedatangan sel telur matang sampai 3 hari di saluran tuba yang akan dilewati oleh sel telur. Sehingga begitu sel telur matang yang hanya sebuah ini keluar ketika ovulasi dan bergerak dari kandung telur menuju ke sana, maka sel sperma yang sudah siap selama 3 hari menunggu kedatanganya, akan langsung menuju sel telur untuk membuahinya, begitu
sel telur matang ini tiba di sana.
.
Ketika sel telur dibuahi, di dalam inti sel telur akan terjadi reaksi persenyawaan antara sifat-sifat atau kromosom dari sel telur dengan sifat-sifat yang dibawa oleh sel sperma. Hasil persenyawaan sifat-sifat yang berasal dari sebuah sel sperma  dan sel telur ini menentukan sifat-sifat yang akan dimiliki oleh calon janin. Dengan demikian kelak akan terwujud anak yang memiliki sebagian sifat-sifat ayah serta sebagian sifat-sifat yang berasal dari ibu.
.
Pada saat pembuahan pun jenis kelamin sudah ditentukan, namun bukan oleh sel telur tapi ditentukan oleh jenis sel sperma. Di dalam air mani itu terdapat 2 jenis sperma, yaitu sel sperma X sebagai pembawa sifat kelamin perempuan, dan sel sperma Y sebagai pembawa sifat kelamin laki-laki.
.
Bila yang berhasil membuahi sel telur adalah sperma jenis X maka kelak akan menjadi anak perempuan. Sedangkan sebaliknya bila yang membuahi adalah sel sperma jenis Y maka anaknya kelak adalah laki-laki.
.
Jadi penentuan jenis kelamin ini bergantung kepada persaingan di antara kedua jenis sperma ini dalam mencapai sel telur ketika pembuahan. Dengan demikian secara teoritis untuk mengharapkan jenis kelamin anak yang diinginkan kelak lahir, bisa diusahakan berdasarkan karakterisktik sel-sel sperma.
Prinsipnya yaitu dengan memberikan kesempatan prioritas membuahi kepada salah satu jenis sperma, apakah sperma X ataukah Y sesuai yang diharapkan.
.
Dalam keadaan normal, setelah sel telur ini dibuahi oleh sel sperma di saluran tuba, selanjutnya calon janin ini akan bergerak melalui saluran tersebut menuju ke dalam rahim. Sesampainya di rongga rahim kemudian hasil pembuahan ini menempel dan tertanam pada lapisan permukaan dinding rongga di dalam rahim.
.
Pada sekitar hari ke 6 setelah pembuahan, calon janin ini biasanya sudah berhasil menempel dan tertanam di dalam rongga rahim. Selanjutnya buah kehamilan ini akan terus tumbuh dan berkembang mengisi rongga rahim serta mendapatkan berbagai sumber makanan, oksigen, dll, dari tubuh ibu melalui tali pusat dan ari-ari (placenta). Pada kehamilan 4 bulan, seluruh organ tubuh janin sudah terbentuk sempurna. Setelah itu, janin akan bertambah besar dan matang sampai akhirnya menjadi bayi yang siap untuk dilahirkan.
.
untuk proses selanjutnya, boleh diklik di artikel SebelahSini
Semoga Bermanfaat…
.
.
.
Facebooktwittergoogle_plusmail