Apr 012013
 
Facebooktwittergoogle_plusmail

Saat hamil terkadang bunda ingin konsumsi Bakso atau mie instan, atau makanan lain yang biasa dimakan saat belum hamil seperti siomay, sate, dan lalap-lalapan mentah.
.
Sebetulnya, meskipun makanan-makanan tersebut mengandung protein dan vitamin, tetapi menurut dr Mariono Reksoprodjo, SpOG, dari  Jakarta, ibu hamil perlu hati-hati kala menyantapnya. Ia mengingatkan, ada jenis-jenis makanan dan minuman yang perlu dihindari atau setidaknya diwaspadai dengan berbagai alasan. Berikut beberapa di antaranya:

.

* Mi instan dan camilan ringan

Mi instan dan camilan ringan, umumnya selain mengandung bahan pengawet juga mengandung MSG yang cukup besar. Mariono mewanti-wanti agar ibu hamil menghindari MSG karena dampaknya bisa langsung terjadi. “Pada beberapa orang, efek dari MSG bisa menimbulkan pusing, jantung berdebar-debar, bahkan sesak napas,” jelasnya.
.
Konsumsi MSG yang terlampau sering diduga akan mengganggu pertumbuhan saraf janin dan menjadi salah satu pemicu penyakit gangguan saraf ketika anak lahir. Toh, Mariono tidak melarang total. Saat ibu hamil kangen makanan gurih, misalnya, satu-dua makanan ber-MSG diperbolehkan.
.
* Jajanan (bakso, siomay, bakwan malang, dan sejenisnya)
Bakso, mi ayam, bakwan malang, siomay, dan sejenisnya, yang mengandung zat-zat kimia yang diduga dapat menyumbang munculnya beberapa gangguan pertumbuhan saraf pada janin, seperti autisme, hiperaktif, cerebral palsy, dan lainnya. Bahan-bahan yang perlu diwaspadai ibu hamil pada jajanan ini adalah boraks yang biasanya terdapat pada bakso dan siomay, formalin pada mi dan MSG (monosodium glutamate) atau bumbu penyedap pada kuah bakso, bakmi atau bakwan malang.
.
* Olahan daging (sate, steak, burger) yang kurang matang/setengah matang
Jika cara pengolahan daging yang digunakan untuk sate, steak, dan burger kurang matang, maka parasit dan mikroorganisme lain yang terkandung di dalamnya tidak akan mati. Termasuk parasit toksoplasma yang sangat berbahaya bagi pertumbuhan fisik janin. “Hampir dipastikan, janin akan tumbuh abnormal bila ibu menderita toksoplasma,” tutur Mariono yang juga bekerja di Dinas Kesehatan TNI-AU Mabes TNI-AU Cilangkap, Jakarta Timur.
.
Perjalanan toksoplasma sendiri cukup unik. Awalnya parasit tersebut terkandung pada kotoran kucing yang kemudian terpapar ke tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang merupakan makanan hewan-hewan, seperti sapi, kambing, atau ayam. Dari situlah hewan-hewan ternak tersebut dapat terinfeksi toksoplasma.
.
Kalau ibu hamil mengonsumsi daging yang terinfeksi parasit ini, otomatis ia juga akan terjangkit toksoplasma. Parasit tersebut lalu berkembang biak hingga kemudian mengganggu pertumbuhan janin yang dikandungnya. “Selama hamil, pilihlah makanan yang benar-benar matang untuk menghindari berbagai kelainan, seperti bayi lahir tanpa kaki atau jari jemari yang tidak lengkap, tulang tengkorak yang tidak sempurna, hidrosefalus, bahkan menderita kelainan jantung bawaan.”
.
* Lalapan mentah
Seperti halnya daging mentah atau setengah matang, sayuran mentah yang dijadikan lalapan dapat pula mengandung parasit toksoplasma. Namun bukan berarti ibu hamil dilarang mengonsumsinya. Boleh-boleh saja, tapi perhatikan kebersihannya dengan saksama. Cuci sayuran dengan air mengalir. Cairan khusus untuk mencuci makanan yang bisa membunuh kuman atau parasit bisa juga digunakan.
.
Menurut Mariono, mencuci dengan air bersih terkadang tidak bisa membasmi tuntas kuman atau parasit yang menempel pada sayuran. “Apalagi kalau mencucinya asal-asalan, sangat mungkin parasit toksoplasma masuk ke dalam tubuh,” ujarnya.
.
Efek dari penyemprotan pestisida pada sayuran juga patut dikhawatirkan. Pestisida yang merupakan bahan kimia pembasmi hama dapat menempel di kulit sayuran dan sulit hilang meski sudah dicuci bersih. Zat kimia pestisida diduga menjadi salah satu pemicu munculnya penyakit gangguan saraf seperti autisme, cerebral palsy, gangguan pemusatan perhatian, dan sebagainya.
.
Sarannya, ibu hamil lebih baik mengonsumsi sayuran atau buah yang bebas dari bahan-bahan kimia atau ditanam secara organik. Sayuran jenis ini sudah banyak ditemukan di beberapa tempat di kota-kota besar. Atau kalau tidak, pilih sayuran hidroponik yang relatif lebih bersih dari bahan kimia.
.
* Makanan dalam kemasan (sosis, nugget, kornet dan sejenisnya)
Makanan dalam kemasan umumnya mengandung bahan pengawet yang dikhawatirkan dapat mengganggu pencernaan ibu hamil sehingga zat gizi yang tersalurkan ke tubuh janin akan berkurang. Zat pengawet juga diduga dapat mengganggu pertumbuhan saraf-saraf otak janin, padahal masa kehamilan adalah masa paling pesat pertumbuhan otak.
.
Jadi, semasa hamil tidak ada ruginya ibu menghindari makanan dalam kemasan. Lebih baik pilih makanan segar tanpa bahan pengawet. “Umumnya daging kornet yang berada dalam kemasan mengandung bahan pengawet. Daging sapi segar relatif tidak terkontaminasi zat kimia sehingga lebih baik untuk dikonsumsi, tapi dengan catatan sudah diproses atau dimasak dengan cara yang benar dan matang.”
.
* Minuman ringan dalam kemasan
Minuman ringan dalam kemasan, walaupun dipromosikan tanpa bahan pengawet tetapi pada kenyataannya ada yang mengandung bahan pengawet. Oleh karena itu, Mariono menganjurkan ibu hamil untuk berhati-hati dalam mengonsumsinya. “Mana mungkin minuman tersebut kuat dalam jangka waktu lama kalau tidak diberi bahan pengawet,” ujar Mariono. Jadi, saat ibu hamil ingin menikmati teh di sore hari misalnya, lebih baik minum teh seduhan sendiri dan bukan air teh dalam kemasan.
.
Namun demikian, tidak semua minuman ringan dalam kemasan pasti mengandung bahan pengawet. Seperti beberapa produk susu dan jus buah alami misalnya, produsen memang sengaja membuatnya tidak memakai bahan pengawet. Ciri dari kemasan tersebut adalah tidak tahan lama. “Umumnya, minuman kemasan ini hanya awet hingga tiga hari saja,” ungkapnya.
.
Akan halnya minuman bersoda, selama tidak menimbulkan rasa mual boleh saja dinikmati selama hamil. Masalahnya, banyak ibu bertambah mual karena minuman bersoda memicu bertambahnya gas dalam lambung. Kasus ini banyak terjadi terutama di trimester awal kehamilan. Saat itu asam lambung dan enzim pencernaan lain sedang begitu berlimpah sehingga mengganggu sistem pencernaan ibu hamil. Jadi tak heran kalau minuman bersoda bisa menambah kembung perut.
.
.
.
(Visited 38,433 times, 25 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusmail

 Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>