Jan 092017
 
Facebooktwittergoogle_plusmail
Siklus Normal Masa Menstruasi / Haid Wanita yang Teratur, sebaiknya kita ketahui, paling tidak secara garis besar.
.
haid / Menstruasi pada wanita adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan pendarahan dan terjadi setiap bulannya kecuali pada saat kehamilan. Menstruasi yang terjadi terus menerus setiap bulannya disebut sebagai siklus menstruasi. menstruasi biasanya terjadi pada usia 11 tahun dan berlangsung hingga wanita menopause (biasanya terjadi sekitar usia 45 – 55 tahun).
.
siklus haid menstruasi wanita yang normal berlangsung selama 3 – 7 hari,, tetapi antara 2 sampai 8 hari masih dapat dianggap normal
.
 Panjang siklus haid menstruasi wanita dihitung dari hari pertama periode menstruasi – hari dimana pendarahan dimulai disebut sebagai hari pertama yang kemudian dihitung sampai dengan hari terakhir – yaitu 1 hari sebelum perdarahan menstruasi bulan berikutnya dimulai.
hampir 90% wanita memiliki siklus haid 25 – 35 hari dan hanya 10-15% yang memiliki panjang siklus haid 28 hari, namun beberapa wanita memiliki siklus haid yang tidak teratur. pada beberapa literatur dikatakan variasi siklus haid ini bisa juga mencapai 15-45 hari.
.
Rata-rata banyaknya darah yang hilang pada wanita normal selama satu periode siklus haid menstruasi telah ditentukan oleh beberapa kelompok peneliti, yaitu 25-60 ml. Konsentrasi Hb normal 14 gr per dl dan kandungan besi Hb 3,4 mg per g, volume darah ini mengandung 12-29 mg besi dan menggambarkan kehilangan darah yang sama dengan 0,4 sampai 1,0 mg besi untuk setiap hari siklus haid tersebut atau 150 sampai 400 mg per tahun (Cunningham, 1995).
.
Pada permulaan siklus haid menstruasi wanita, sebuah kelenjar didalam otak melepaskan hormon yang disebut Follicle Stimulating Hormone (FSH) kedalam aliran darah sehingga membuat sel-sel telur tersebut tumbuh didalam ovarium. Salah satu atau beberapa sel telur kemudian tumbuh lebih cepat daripada sel telur lainnya dan menjadi dominant hingga kemudian mulai memproduksi hormon yang disebut estrogen yang dilepaskan kedalam aliran darah. Hormone estrogen wanita bekerjasama dengan hormone FSH membantu sel telur yang dominan tersebut tumbuh dan kemudian memberi signal kepada rahim agar mempersiapkan diri untuk menerima sel telur tersebut. Hormone estrogen wanita tersebut juga menghasilkan lendir yang lebih banyak di vagina untuk membantu kelangsungan hidup sperma setelah berhubungan intim.
Ketika sel telur wanita  telah matang, sebuah hormon dilepaskan dari dalam otak yang disebut dengan Luteinizing Hormone (LH). Hormone ini dilepas dalam jumlah banyak dan memicu terjadinya pelepasan sel telur yang telah matang dari dalam ovarium menuju tuba falopi. Jika pada saat ini, sperma yang sehat masuk kedalam tuba falopi tersebut, maka sel telur tersebut memiliki kesempatan yang besar untuk dibuahi.
.
Sel telur yang telah dibuahi memerlukan beberapa hari untuk berjalan menuju tuba falopi, mencapai rahim dan pada akhirnya “menanamkan diri” didalam rahim. Kemudian, sel telur tersebut akan membelah diri dan memproduksi hormon Human Chorionic Gonadotrophin (HCG) Hormone tersebut membantu pertumbuhan embrio didalam rahim.
.
Jika sel telur yang telah dilepaskan tersebut tidak dibuahi, maka endometrium akan meluruh dan terjadinya proses menstruasi berikutnya.
.
Seorang wanita memiliki 2 ovarium(sel Indung Telur) dimana masing-masing menyimpan sekitar 200,000 hingga 400,000 telur yang belum matang/folikel (follicles). Normalnya, hanya satu atau beberapa sel telur yang tumbuh setiap periode menstruasi dan sekitar hari ke 14 sebelum menstruasi berikutnya, ketika sel telur tersebut telah matang maka sel telur tersebut akan dilepaskan dari ovarium dan kemudian berjalan menuju tuba falopi untuk kemudian dibuahi. Proses pelepasan ini disebut dengan “OVULASI”
.
Fase-fase dalam siklus haid menstruasi wanita yang normal
.
Setiap satu siklus menstruasi terdapat 4 fase perubahan yang terjadi dalam uterus. Fase-fase ini merupakan hasil kerjasama yang sangat terkoordinasi antara hipofisis anterior, ovarium, dan uterus. Fase-fase tersebut adalah :
.
a) Fase menstruasi atau deskuamasi
.
Fase ini, endometrium terlepas dari dinding uterus dengan disertai pendarahan dan lapisan yang masih utuh hanya stratum basale. Fase ini berlangsung selama 3-4 hari.
.
b) Fase pasca menstruasi atau fase regenerasi
.
Fase ini, terjadi penyembuhan luka akibat lepasnya endometrium. Kondisi ini mulai sejak fase menstruasi terjadi dan berlangsung selama ± 4 hari.
.
c) Fase intermenstum atau fase proliferasi haid
.
Setelah luka sembuh, akan terjadi penebalan pada endometrium ± 3,5 mm. Fase ini berlangsung dari hari ke-5 sampai hari ke-14 dari siklus haid menstruasi.
.
Fase proliferasi haid dibagi menjadi 3 tahap, yaitu :
.
o Fase proliferasi haid dini, terjadi pada hari ke-4 sampai hari ke-7. Fase ini dapat dikenali dari epitel permukaan yang tipis dan adanya regenerasi epitel.
.
o Fase proliferasi haid madya, terjadi pada hari ke-8 sampai hari ke-10. Fase ini merupakan bentuk transisi dan dapat dikenali dari epitel permukaan yang berbentuk torak yang tinggi.
.
o Fase proliferasi haid akhir, berlangsung antara hari ke-11 sampai hari ke-14. Fase ini dapat dikenali dari permukaan yang tidak rata dan dijumpai banyaknya mitosis.
.
d) Fase pra menstruasi atau fase sekresi haid
.
Fase ini berlangsung dari hari ke-14 sampai ke-28. Fase ini endometrium kira-kira tetap tebalnya, tetapi bentuk kelenjar berubah menjadi panjang berkelok-kelok dan mengeluarkan getah yang makin lama makin nyata. Bagian dalam sel endometrium terdapat glikogen dan kapur yang diperlukan sebagai bahan makanan untuk telur yang dibuahi.
.
Fase sekresi dibagi dalam 2 tahap, yaitu :
.
o Fase sekresi dini, pada fase ini endometrium lebih tipis dari fase sebelumnya karena kehilangan cairan.
.
o Fase sekresi lanjut, pada fase ini kelenjar dalam endometrium berkembang dan menjadi lebih berkelok-kelok dan sekresi mulai mengeluarkan getah yang mengandung glikogen dan lemak. Akhir masa ini, stroma endometrium berubah kearah sel-sel; desidua, terutama yang ada di seputar pembuluh-pembuluh arterial. Keadaan ini memudahkan terjadinya nidasi
.
demikian sekilas Siklus Normal Masa Menstruasi / Haid Wanita yang Teratur
.
Facebooktwittergoogle_plusmail
May 122016
 
Facebooktwittergoogle_plusmail

Definisi pengertian Amenore / Amenorrhea

          adalah tidak terjadinya menstruasi / Haid.
.
dibedakan menjadi 2, Amenore Primer dan Amenore Sekunder
Amenore Primer, jika seorang wanita tidak pernah sekalipun Menstruasi / Haid dalam hidupnya.
Amenore Sekunder, jika seorang wanita pernah mengalami menstruasi / Haid, kemudian berhenti selama 3 siklus, atau selama 6 bulan
.
Amenore bisa juga merupakan kondisi yang normal, jika terjadi sebelum masa pubertas (sebelum 16 tahun) , selama kehamilan, selama menyusui dan setelah menopause.
.
Apa Saja kah Sebab Amenore primer & Sekunder ..?
.
Amenore bisa terjadi akibat kelainan di otak, kelenjar hipofisa, kelenjar tiroid, kelenjar adrenal, ovarium (indung telur) maupun bagian dari sistem reproduksi lainnya.
.
Dalam keadaan normal, hipotalamus (bagian dari otak yang terletak diatas kelenjar hipofisa) mengirimkan sinyal kepada kelenjar hipofisa untuk melepaskan hormon-hormon yang merangsang dilepaskannya sel telur oleh ovarium.
.
Pada penyakit tertentu, pembentukan hormon hipotalamus maupun hormon hipofisa yang Abnormal bisa menyebabkan terhambatnya pelepasan sel telur dan terganggunya serangkaian proses hormonal yang terlibat dalam terjadinya menstruasi.
.
Pembagian Amenore Primer
 .
Amenore Primer Tipe 1
      Buah dada tidak ada, Uterus Ada
.
Amenore Primer Tipe 2
     Buah dada Ada, Uterus tidak ada
.
Amenore Primer Tipe 3
     Buah dada dan Uterus tidak ada
.
Amenore Primer Tipe 4
     Buah dada dan uterus ada
 .
 
Penyebab amenore primer:
.
1. Amenore Primer karena Tertundanya menarke (menstruasi pertama)
2. Amenore Primer karena  Kelainan bawaan pada sistem kelamin (misalnya tidak memiliki rahim atau vagina, adanya sekat pada vagina, serviks yang sempit, lubang pada selaput yang menutupi vagina terlalu sempit/himen imperforata)
3. Amenore Primer karena Penurunan berat badan yang drastis (akibat kemiskinan, diet berlebihan, anoreksia nervosa, bulimia, dan lain lain)
4. Amenore Primer karena Kelainan bawaan pada sistem kelamin
5.  Amenore Primer karena Kelainan kromosom (misalnya sindroma Turner atau sindroma Swyer) dimana sel hanya mengandung 1 kromosom X)
6. Amenore Primer karena Obesitas yang ekstrim
7.  Amenore Primer karena Hipoglikemia
8. Amenore Primer karena Disgenesis gonad
9. Amenore Primer karena Hipogonadisme hipogonadotropik
10. Amenore Primer karena Sindroma feminisasi testis
11. Amenore Primer karena Hermafrodit sejati
12. Amenore Primer karena Penyakit menahun
13. Amenore Primer karena Kekurangan gizi
14. Amenore Primer karena Penyakit Cushing
15. Amenore Primer karena Fibrosis kistik
16. Amenore Primer karena Penyakit jantung bawaan (sianotik)
17. Amenore Primer karena Kraniofaringioma, tumor ovarium, tumor adrenal
18. Amenore Primer karena Hipotiroidisme
19. Amenore Primer karena Sindroma adrenogenital
20. Amenore Primer karena Sindroma Prader-Willi
21. Amenore Primer karena Penyakit ovarium polikista
22. Amenore Primer karena Hiperplasia adrenal kongenital
.
Penyebab amenore sekunder :
.
1. Amenore Sekunder karena Kehamilan
2. Amenore Sekunder karena Kondisi psikis dalam tekanan (kecemasan)
3.  Amenore Sekunder karena Penurunan berat badan yang drastis
4. Amenore Sekunder karena Olah raga yang berlebihan
5. Amenore Sekunder karena Mengkonsumsi hormon tambahan(kontrasepsi suntik, maupun Pil)
6. Amenore Sekunder karena Obesitas
7.  Amenore Sekunder karena Stres emosional
8. Amenore Sekunder karena Menopause
9. Amenore Sekunder karena Kelainan endokrin (misalnya sindroma Cushing yang menghasilkan sejumlah besar hormon kortisol oleh kelenjar adrenal)
10. Amenore Sekunder karena Obat-obatan (misalnya busulfan, klorambusil, siklofosfamid, pil KB, fenotiazid)
11. Amenore Sekunder karena Prosedur dilatasi dan kuretase
12. Amenore Sekunder karena Kelainan pada rahim, seperti mola hidatidosa (tumor plasenta) dan sindrom Asherman (pembentukan jaringan parut pada lapisan rahim akibat kuret, infeksi atau pembedahan).
.
DIAGNOSA amenore
.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala, hasil pemeriksaan fisik dan usia penderita.
.
Pemeriksaan yang biasa dilakukan adalah:
# Biopsi endometrium
# Progestin withdrawal
# Kadar prolaktin
# Kadar hormon (misalnya testosteron)
# Tes fungsi tiroid
# Tes kehamilan
# Kadar FSH (follicle stimulating hormone)< LH (luteinizing hormone), TSH (thyroid stimulating hormone)
# Kariotipe untuk mengetahui adanya kelainan kromosom
# CT scan kepala (jika diduga ada tumor hipofisa).
.
PENGOBATAN Amenore
.
Pengobatan tergantung kepada penyebab amenore dan diagnosanya.
.
Jika penyebabnya amenore adalah penurunan berat badan yang drastis atau obesitas, penderita dianjurkan untuk menjalani diet yang tepat.
.
Jika penyebabnya amenore  adalah olah raga yang berlebihan, penderita dianjurkan untuk menguranginya.
.
Jika seorang anak perempuan belum pernah mengalami menstruasi dan semua hasil pemeriksaan normal, maka dilakukan pemeriksaan setiap 3-6 bulan untuk memantau perkembangan pubertasnya.
.
Untuk merangsang menstruasi/challenge test, bisa diberikan progesteron.
Untuk merangsang perubahan pubertas pada anak perempuan yang payudaranya belum membesar atau rambut kemaluan dan ketiaknya belum tumbuh, bisa diberikan estrogen.
.
Jika penyebabnya adalah tumor, maka dilakukan pembedahan untuk mengangkat tumor tesebut.
.
Tumor hipofisa yang terletak di dalam otak biasanya diobati dengan bromokriptin untuk mencegah pelepasan prolaktin yang berlebihan oleh tumor ini.
Bila perlu bisa dilakukan pengangkatan tumor. Terapi penyinaran biasanya baru dilakukan jika pemberian obat ataupun pembedahan tidak berhasil.
.
disarikan dari berbagai sumber
amenore amenorea primer sekunder
Facebooktwittergoogle_plusmail